MAKASSAR – Menjawab tantangan disrupsi informasi di era modern, tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menggelar workshop intensif bagi komunitas dai muda di Kota Makassar. Kegiatan yang didanai melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Fakultas Teknik UNM ini mengusung misi strategis untuk mengakselerasi kompetensi syiar Islam melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).Ketua Tim Pengusul PKM UNM mengungkapkan bahwa integrasi antara kepakaran Teknik Informatika dan penyiaran keagamaan sangat krusial saat ini. Mengingat dominasi Generasi Z yang menghabiskan waktu di media sosial, metode dakwah lisan konvensional harus segera bertransformasi ke dalam format multimedia yang kreatif, cepat, dan adaptif.”Kecerdasan buatan hadir bukan untuk menggantikan peran dai, melainkan sebagai asisten kreatif yang revolusioner. Kami ingin para dai muda di Makassar mampu mengoptimalkan ekosistem AI ini untuk membanjiri ruang publik siber dengan narasi keagamaan yang sejuk, inklusif, dan moderat secara lebih produktif,” jelasnya.Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan plakat kerja sama antara pihak kampus dengan pengurus komunitas mitra. Setelah itu, para peserta langsung dibekali materi melalui ceramah interaktif mengenai peta jalan dakwah digital serta regulasi etika komunikasi Islam di internet menggunakan modul panduan khusus yang telah disiapkan oleh tim penguji.Memasuki sesi inti, para dai muda mendapatkan pengalaman langsung (experiential learning) dalam mempraktikkan rekayasa perintah (prompting) pada perangkat Generative AI seperti Large Language Model (LLM). Teknologi ini dimanfaatkan secara taktis oleh peserta untuk melakukan riset tema-tema keagamaan kontemporer sekaligus menyusun naskah (copywriting) kultum digital dalam hitungan menit.Tidak berhenti pada penyusunan teks, dengan gawai masing-masing, peserta dilatih memproduksi video pendek dengan memanfaatkan fitur-fitur pintar berbasis AI. Mulai dari teknik pengambilan gambar yang stabil, penyuntingan video multimedia, hingga penerapan fitur takarir otomatis (auto-captioning) guna menghasilkan konten visual berstandar profesional yang ramah algoritma media sosial.Pelatihan ini juga menyisipkan simulasi digital public speaking. Para pemuda diajak mempraktikkan langsung pembacaan naskah khutbah hasil kolaborasi dengan AI tersebut di depan lensa kamera. Mereka dibimbing secara personal oleh tim dosen dan mahasiswa untuk mengontrol artikulasi suara, mengelola gestur tubuh yang rileks, serta menjaga konsistensi kontak mata agar mampu membangun kedekatan psikologis dengan jamaah siber.Data evaluasi tim mencatat keberhasilan program yang sangat signifikan dan terukur. Terjadi lonjakan kapabilitas mitra di mana pemahaman teoretis peserta meningkat dari 42% menjadi 88%, serta keterampilan praktis dalam memproduksi multimedia berbasis AI melonjak tajam dari 35% ke angka 85%.Sebagai bentuk keberlanjutan program, kegiatan resmi ditutup dengan pembentukan “Komunitas Dai Digital Makassar”. Melalui wadah kolaboratif mandiri ini, diharapkan para dai muda di Kota Makassar dapat terus konsisten memproduksi video syiar berbasis AI yang kreatif dan berdampak luas bagi masyarakat digital.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *